Khoirul86′s Blog

Just another WordPress.com weblog

Sejarah Perkembangan Ilmu

Filsafat ilmu <!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Van Peursen ( 1993 : 18 ) membagi perkembangan budaya menjadi 3 tahap:

  1. Tahap Mistis ( Zaman Yunani kuno )

Dalam tahap ini, manusia merasakan dirinya terkepung oleh kekuatan gaib. Dalam tahap mistis, apa yang disebut kebenaran atau kenyataan adalah sesuatu yang “ given “ mistis, dan tidak perlu dipertanyakan. Pengetahuan mistis adalah pengetahuan yang tidak dapat dipahami oleh rasio (supra rasional ) tetapi kadang-kadang memiliki bukti empiris. Contohnya adalah : ma`rifah, idtihad, hulul, kekebalan.

Pengetahuan Mistis dibedakan menjadi dua macam, yaitu :

  1. Mistis Biasa

Mistis biasa adalah tanpa kekuatan tertentu, contohnya adalah tasawuf.

  1. Mistis Magis

Mistis Magis adalah mistik yang mengandung kekuatan tertentu.

Dalam mistis magis sendiri dibedakan kembali menjadi 2 macam, yaitu :

  1. Mistik Magis Putih

Contohnya adalah : mu`jizat, karomah alam, hikmah. Mistik magis putih berasal dari agama langit (Nasrani, Yahudi, Islam ) biasanya mistik magis putih menggunakan wirid, doa, petunjuknya berupa wafaq. Mistik magis putih selalu dekat dengan Tuhan sehingga dukungan Ilahi sangat menentukan seperti mu`jizat: contoh Nabi karomah; contoh non Nabi

  1. Mistik Magis Hitam

Mistik magis hitam berasal dari luar Agama dan biasanya menggunakan mantra-mantra, jampi-jampi yang bentuknya berupa rajah dan jimat. Mistik magis hitam selalu dekat, bersandar dan bergantung pada kekuatan sehat dan roh jahat seperti kemampuan melihat hal-hal gaib.

Contohnya :

    • Sihir ( kekuatan mental/ himnah )

    • Rajah ( kekuatan benda/ elemen didalamnya )

    • Sulap ( kekuatan imajinasi )

  1. Tahap Ontologis

Manusia tidak merasakan dirinya terkepung kekuatan gaib dan mengambil jarak dari objek di sekitarnya serta melakukan penelaahan. Tahap ontologis ini lebih mendambakan kebenaran substansial. Ontologis sebagai salah satu cabang filsafat membahas apa hakikat (being qua being) ideliasme, materialisme, dualisme, plucoralisme merupakan faham dalam filsafat antologis. Dalam tahap ini, manusia lebih mendambakan kebenaran substansial. Ontologis sebagai salah satu cabang filsafat membahas apa hakikat (being qua being). Iidealisme atau spiritualisme, materialisme, dualisme, pluralisme, merupakan faham dalamfilsafat ontologis. Masalah kenyataan (reality) secara ontologis, menurut faham pragmatisme diartikan sebagai suatu proses yang berlangsung dalam kurun waktu tertentu. Didalamnya pihak-pihak yangm mengetahui dikatakan membuat hari depan mereka menjadi kebenaran.

  1. Tahap Fungsional

Terbebas dari kekuatan gaib dan mempunyai pengetahuan berdasarkan penelaahan serta memfungsionalkan pengetahuan berdasarkan kepentingan dirinya. Dalam tahap fungsional kebenaran diletakkan pada fungsi atau kemanfaatannya. Van Peursen menyatakan bahwa umat masa kini sedang berupaya melepaskan diri dari bahasa operasionalisme yang timbul dalam tahap fungsional ini. Namun tahap apa dan bagaimana wujudnya, ia sendiri belumdapat menyatakan.

Untuk memahami sejarah perkembangan ilmu, perlu dilakukan periodisasi. Berikut ini adalah salah satu periodisasi perkembangan ilmu.

  1. Zaman Purba ( abad 15-7 SM )

    1. Perkembangan pengetahuan di Mesir dan Babylonia.

      1. Babilonia

3000 SM didaerah Mesopotamia, masyarakat menggunakan binatang ada bajak untuk membajak, perahu, dan kendaraan, dapat mengolah perunggu untuk alat-alat sehari-hari.

2500 SM bangsa Sumer ( Mesopotamia ) telah mengenal matematika, (memiliki kemampuan berhitung, menulis lambang bilangan, perkalian bilangan).

2000 SM bangsa Sumer ditaklukan oleh dinasti Hamurabbi, kerajaan Babylonia, pada zaman ini banyak sekolah didirikan, matematika makin berkembang, geometri, pengukuran panjang dan berat.

Masyarakat Babylonia telah menganal waktu, buktinya:

  • Pergantian musim yang dikaitkan dengan waktu untuk bercocok tanam.

  • Membagi waktu dalam satuan hari.

  • Pengamatan terhadap bentuk bulan.

  • Mampu membagi hari dalam jam serta menyatakan bahwa 1 tahun = 365 hari (2000 SM)

  • Bidang Kedokteran

Tahun 2350 telah dikenal Dokter di Babylonia tetapi masih berkaitan dengan roh-roh jahat sebagai penyebab penyakit.

  • Bidang Ekonomi

    • Mengenal perdangan

    • Pinjam meminjam uang ( telah mengenal uang )

    • Pekerjaan makin teridrntifikasi ( bisa dibedakan )

      1. Mesir

Secara umum Mesir pada zaman purba sudah lebih maju.

Bidang Transportasi

  • Menemukan kereta beroda dan perahu layar.

  • Menemukan alat ukur berat ( timbangan )

  • Pembuatan tekstil dengan alat tenun.

Bidang Kedokteran

  • Ditemukan tulisan tentang cara pengobatan orang sakit

  • Mengenal denyut nadi, mekanisme pernafasan, daftar penyakit, dan resep-

resep

  • Mulai menggunakan bahan kimia disamping resep-resp herbal

  • Mengenal ilmu bedah

  • Untuk penyakit jiwa pengobatannya diserahkan pada ahli pengusir roh jahat

  • Bidang pengolahan logam

  • Mengenal cara pemurnian emas, bijih besi ( 3000 SM )

  • Mengenal peruggu, besi, timbale ( 2500 )

  • Mengenal raksa ( 1500 )

Bidang keilmuan

  • Menerima semua peristiwa sebagai fakta ( Common Denominator ) adalah fakta sekedarnya untuk menemukan soal yang sama.

  • Penemuan diwariskan pada generasi berikutnya lewat “ know and how “. Pengetahuan pada zaman purba ditandai dengan 5 kemampuan:

  • Pengetahuan didasarkan pada pengalaman ( empirical knowledge ).

  • Pengetahuan berdasarkan pada pengalaman itu diterima sebagai fakta dengan sikap receptive mind.

  • Kemampuan menemukan abjad dan system bilangan alam sudah menampakan perkembanganpemikiran manusia

  • Kemampuan menulis, berhitung, menyusun kalender, yang didasarkan atas sintesa terhadap hasil observasi yang dilakukan

  • Kemampuan meramalkan peristiwa-peristiwa fisis atas dasar peritiwa-peritiwa sebelumnya yang pernah terjadi.

Bidang lainnya

  • Menganal cara pembuatan gelasdan keramik

  • Mengenal zat warna pada tekstil

    1. Perkembangan pengetahuan di India

Agama Budha merupakan faktor penunjang perkembangan pengetahuan da India sebab Agama Budha didasarkan pada cinta kasih dan pengetahuan. Pengetahuan yang dikenal dilembah sumgai Indus adalah Astronomi matematika dan kedokteran.

Dalam bidang Astronomi

Para pengamat benda-benda angkasa telah mengamati posisi matahari, bulan dan bintang dalam bilangan, berhitung dan menggunakan angka nol sampai sembilan.

Dalam ilmu kedokteran

Dikembangkan tulisan mengenal cara pengobatan yang bebas dari pengaruh mistik, tumbuh-tumbuhan digunakan untuk pengobatan juga dikenal pembedahan.

    1. Perkembangan pengetahuan Cina

Perkembangan Cina diketahui dengan penemuan Arkeologi pada masa dinasti Shang (1523-1028 SM) dan dinasti Chon (1027-256 SM). Pada masa itu orang telah mengenal tulisan, pembuatan keramik, kendaraan beroda, cara bertanam padi, pembuatan sutra alam, dan pembuatan alat-alat dari perunggu dan besi.

Dalam bidang Kedokteran

Telah mengenal bentuk pengobatan dengan mengunakan tusuk jarum (akupuntur). Pada tahun 1200 SM terdapat tulisan tentang asal mula benda yaitu dari YIN (membaw ciri buruk) dan YANG (membawa ciri baik)

Secara umum, pengetahuan pada zaman purba ditandai dengan 5 kemampuan:

  1. Pengetahuan didasarkan pada pengalaman ( empirical knowledge )

  2. Pengetahuan berdasarkan pada pengalaman itu diterima sebagai fakta dengan sikap receptive mind.

  3. Kemampuan menemukan abjad dan system bilangan alam sudah menampakan perkembanganpemikiran manusia

  4. Kemampuan menulis, berhitung, menyusun kalender, yang didasarkan atas sintesa terhadap hasil observasi yang dilakukan

  5. Kemampuan meramalkan peristiwa-peristiwa fisis atas dasar peritiwa-peritiwa sebelumnya yang pernah terjadi.

  1. Zaman Yunani (abad 7 SM – 6 M)

Zaman Yunani dipandang sebagai masa kelahiran pemikiran kritis reflektif manusia. Pada hakekatnya kelahiran cara berfikir kritis Yunani merupakan suatu revolusi yang basar.

Dengan revolusi itu, manusia mulai melihat bahwa dunia dan gejala-gejala hidup didalamnya merupakan kenyataan-kenyataan yang objektif yang dapat diamati dan dipelajari secara sistemati,

Awal pergumulan akal dengan mitos terjadi kira-kira abad ke-6 SM.

Misalnya : menurut mitos pelangi/ bianglala adalah seorang dewa atau dewi / mitos di Jawa pelangi adalah tempat para bidadari turun dari surga. Tetapi menurut akal / pemikiran Xenophanes pelangi adalah awan, sedang menurut pendapat Anaxagoras pelangi adalah pemantulan matahari pada awan.

Pada zaman ini banyak nama ahli filsafat yang mengembangkan hasil pemikirannya tentang perubahan-perubahan yang terjadi. Arti dari ”filsafat”pun lebih luas yaitu meliputi semua pengetahuan manusia, antara lain yang kita kenal sekarang sebagai ilmu pasti, ilmu fisika, ilmu sosial, ilmu hukum,dsb.

Oleh karena itu filsafat dinyatakan sebagai induk pengetahuan (mater scientiarum).

Dibawah ini meupakan nama-nama pemikir beserta pngembangan hasil pemikirannya:

  1. Thales dari Milatos (+ 624 – 548 SM)

Dianggap sebagai orang pertama yang mempertanyakan dasar dari alam dan isi alam ini.

  1. Anaximander atau Anaximandros (610 – 540 SM)

Mempunyai jasa-jasa dalam bidang astronomi dan geografi, sebab dia adalah orang yunani pertama yang membuat peta daerah-daerah di dunia yang telah ia ketahui.

  1. Anaximenes (550 – 475 SM) dari Milatos

Berpendapat bahwa unsur pertama benda ialah udara.

  1. Pythagoras (580-500 SM)

Dikenal sebagai filsuf, ahli ilmu ukur dan penemuan dalam bidang musik ia berpendapat bahwa seluruh kenyataan di dunia dari bilangan-bilangan atau angka – angka dan mewujudkan suatu keselarasan yang harmonis, yang memperdamaikan hal-hal yang saling berlawanan.

  1. Leucippos (+ 440 SM) dan Democritos (+ 460 – 370 SM)

Berpendapat tentang benda-benda dialam semesta terdiri atas bagian-bagian kecil yang dapat di bagi-bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil yang disebut atom.

  1. Sokrates (470-399 SM)

Metode yang dikembangkannya berupa metode dialektika, yang menunjukkan rangkaian thesis-antithesis-synthetis.

  1. Plato (427-347 SM)

Menunjukkan bahwa yang serba berubah dinamakanpengamatan, sedangkan yang tidak berubah dikenal sebagai ide atau akal.

  1. Hippociates (460-377 SM)

Mendapat sebutan sebagai ”bapak kedokteran” tulisannya meliputi banyak bidang antara lain tentang kedokteran klinis,demam akut,penyakit paru-paru,cara pembedahan dll.

  1. Aristoteles (384 – 322 SM)

Merupakan ahli filsafat Yunani yang sangat terkenal karena mempunyai pengetahuan yang luas dalam berbagai bidang (logika,metafisika dan biologis).

  1. Euclid (365-300 SM)

Seorang ahli matematika yang menemukan tentang bidang geometri.

  1. Apollomeus (265-190 SM)

Seorang ahli geometri (tentang potongan suatu kerucut) dan ahli matematika.

  1. Archimedes (287-212 SM)

Seorang ahli matematika,fisika dan penemu. Contoh penemuannya: alat-alat yang berguna bagi kehidupan masyarakat (alat yang berbentuk ulir/sekrup, alat pengungkit, pelempar peluru)

  1. Aristarchus (310-230 SM)

Seorang ahli astronomi (menyatakan bahwa bumi itu bulat,berputar sendiri dan bergerak mengelilingi matahari atau heliosentris)

  1. Hipparchus (194-120 SM)

Seorang ahli astronomi dan matematika yang berpendapat bahwa bumi adalah pusat segalanya.

  1. Claudius Ptolomeus (127-151 SM)

Menuliskan hasil karya berupa ensiklopedi astronomi dan peta bumi pada masa pemerintahanya 2 orang yang memberi sumbangan di bidang kedokteran yaitu Herophilus (kedokteran ahli anatomi manusia) dan erasistratus (bidang fisiologi dan melakukan pembedahan)

  1. Zaman Pertengahan (Abad 6-15 M)

Zaman pertengahan merupakan merupakan suatu periode panjang yang dimulai dari jatuhny kekaisaran Romawi Barat tahun 476 M. Yang ada hubungannya dengan sejarah bangsa-bangsa di Benua Eropa.

Zaman pertengahan (Middle Age) ditandai dengan pengaruh Agama Katolik yang cukup besar terhadap kebudayaan saat itu. Para ilmuan pada masa ini hampir semua adalah para teolog dengan semboyan yang berlaku pada masa itu adalah anailla theologiae (abdi agama) kegiatan ilmiah diarahkan untuk mendukung kebenaran agama.

Penemuan-penemuan menjelang berakhirnya abad tengah.

  • Bidang Pertanian

  • Penggunaan banyak : dapat mengurangi/ meringankan para petani.

  • Kincir air : digunakan untuk menggiling jagung

  • Bidang Perkapalan dan Narigasi Pelayaran

  • Kompas: menunjukkan arah mata angin

  • Keterampilan membuat tekstil dan pengolahan kulit

  • Mengenal alat pemintal kapas

  • Keterampilan membuatan kertas

  • Mengenal percetakan dan pembuatan bahan peledak

  • Pada masa yang sama di duni Islam mengalami masa keemasan ilmu pengetahuan dan teknologi

  1. Pada zaman Bani Umayah menemukan suatu cara pengamatan astronomi

  • Melakukan penejemahan berbagai karya Yunani

  1. Khalifah Al-Makmun

  • Mendirikan rumah kebijaksanaan (House of Wisdom)

  1. Muhammad Ahmad Al-Khawarizmi (825 M)

  • Menyusun buku aljabar yang menjadi buku standar beberapa abad di Eropa

  • Menulis buku tentang perhitungan biasa (arithmaties)

  • Memperkenalkan persamaan pangkat dalam dua dalam aljabar

  1. Omar Khayan (1043-1132 M)

  • Menemukan pemecahan persamaan pangkat tiga

  • Memenukan soal matematik yang belum terpecahkan sampai sekarang yaitu bil A3 + B3 = C3

  • Kemudian fermet (1601-800 M) => Xn + Yn = Zn

  1. Jabir Ibnu Hayan (720-800)

  • Melakukaan eksperimen (kustalisai,melarutkan sublemasi + redaksi)

  • Menulis proses pembuatan baja,pemurnian logam memberi warna pada kain tahan air dan pembuatan zat warna untuk rambut

  • Menulis pembuatan tinta, pembuatan gelas, cara memekatkan asam cuka

  • Dalam bidang kedokteran

  • Abu Bakar Muhammad Ibnu Zakariya al-Razi (Razes)

  • Menulis 100 buah buku tentang Kedokteran, 33 buah buku ilmu Pengetahuan Alam dan Al- Kimia, 11 buah buku Matematika dan Astronomi, 45 buku filsafat dan teologia

  • Sebuah astronomi kedokteran berjudul contins

  • Ibnu Sina (Avicena)

  • Menulis buku-buku kedokteran bernama al-Qanu

  • Abu’l Qosim (Abu’l Casis)

  • Menulis sebuah buku Ensiklopedi kedokteran, menelaah ilmu bedah

  • Ibnu Rushd (Averoes)

  • Menerjemahkan dan mengomentari karya Aristoteles

  • Al-Idrisi

  • Dalam bidang geografi telah membuat 70 peta dari daerah yang dikenal dari masa itu

  • Ibnu Khaldun (Abu Zaid Abdan – Rahman Ibnu Muhammad Ibnu Khaldun al-Hadrami)

  • Menulis sebuah buku berjudul al-Muqoddimmah, membahas tentang perkembangan Masyarakat.

Pada zaman keemasan ilmu pengetahuan Bangsa Arab menjadi pemimpin dalam berbagai bidang ilmu

  1. Zaman Renaissance (14 – 17 Masehi)

Secara historis Renaissance adalah suatau gerakan yang meliputi suatu zaman ketika orang merasa telah dilahirkan kembali dalam keadaban / kebebasan segala kebangkitan pada zaman ini adalah mulai bangkitnya berkembangnya ilmu pengetahuan yang di tandai oleh timbulnya pemikiran dari tokoh-tokoh yang terkenal pada masa itu seperti; Galileo Galelei, Francis Bacon, Nicolas Copernicus, Tycho Brahe, Johanes Kepler.

Menurut Imam Santoso, perkembangan ilmu pada zaman ini pengaruhi oleh 3 sumber

  1. Adanya hubungan antara kerajaan Islam di semenanjung Liberia dengan negara Prancis.

  2. Perang salib yang terulang sebanyak 6 kali.

  3. Para pendeta atau sarjana yang mengungsi ke Italia karena Istanbul jatuh ke tangan Turki mereka ini yang menjadi pionir – pionir bagi perkembangan ilmu di Eropa.

Selain ilmu pengetahuan pada zaman Renaissance berkembang juga ilmu negara tokoh-tokohnya seperti; Hugode Groot (1583 – 1645), Niccolo Marciavelli (1467 – 1525)

  1. Zaman Modern (17 – 19 M)

Pada masa ini muncul pemikir – pemikir yang mendorong cara pendekatan nasionalisme dan empirisme, dalam paham rasionalisme sumber ilmu pengetahuan yang dapat diterima adalah rasio (akal), sedangkan paham empirisme berpendapat bahwa pengalaman (empiri) yang menjadi sumber pengetahuan.

Masa ini juga dimulai zaman mesin sujak tercetusnya revolusi industri di Inggris abad manusia mempunyai bidang produksi baru yaitu industri. Selanjutnya abad ke – 19 sampai pertengahan abad ke -20 terjadi susul menyusul berbagai penemuan – penemuan diberbagai bidang, yang disumbangkan oleh beberapa tokoh.

Dalam bidang ilmu pasti ( matematika) muncul descartes atau cartesius (1596 – 1650) yang menemukan sistem koordinat yang terdiri dari dua garis lurus X dan Y dalam bidang datar. Dalam bidang filsafat Decretes juga mewariskan suatu metode berpikir yang menjadi landasan berpikir modern, sehingga Decretes disebut Bapak Filsafat modern.

Thomas Hobber (1588 – 1679), memunculkan teori – teori tentang negara dan pemerintahan yang absolut.

Dalam bidang fisika, Isaac Newton (1643 – 1727) berhasil menampilkan penelitian dan penemuannya mengenai gaya tarik bumi (grafitasi), juga menerangkan bahwa planet – planet bergerak mengikuti lintasa elips, Newton juga berjasa dalam bidang optik. Perkembangan lain dalam ilmu pati adalah ditemukannya konsep tentang panas dan pengukurannnya, satuan panjang dan volume.

Dalam pengembangan fisika – nuklir, JJ. Thompson menemukan elektron, yang merupakan bagian atom perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman modern juga ditandai dengan adanya teori evolusi oleh Carles Darwin (1809 – 1882).

George Wilhelm berpikir bahwa yang pokok di dunia ini adalah ide, pikiran dan roh menurut comti perkembangan pemikiran manusia berlangsung dalam 3 zaman, yaitu Teologis, Metafisis dan Positif/Ilmiah

  1. Zaman Kontemporer (Abad 20-Sekarang)

Perkembangan ilmu pengetahuan pada saat ini berkembang sangat cepat. Penemuan terjadi sislih berganti dan makin sering. Informasi ilmiah diproduksi dengan cepat, melipat setiap 2 tahun, bahkan dengan disiplin-disiplintertentu seperti genetika setiap 2 tahun (Jacob, 1993:19)

Dalam bidang kedokteran, saat ini sudah dikenal dengan sebutan abad analisis, dimana analisis disini mengndung pengertian bahwa alam ini harus diselidiki, tidak seperti pada saat mazhab Hipokrates, mazhab yang melihat kedokteran secara holistis. Pada zaman kontemporer dunia kedokteran sudah mengenal ilmu rekayasa genetika, metode transplantasi, dan penemuan tehnik kloning.

Dalam bidang ilmu social, berbagai pendekatan di lakukan guna menajamkan analisa terhadap fenomena yang ditelitinya.

Dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam, dikenal memiliki percepatan yang sangat spektakuler. Mucul tokoh-tokoh seperti Albert Einstein, yang menyatakan bahwa materi bersifat kekal. Hal ini kemudian dibantah oleh ilmuan bernama Hubble. Ia bersebrangan pendapat dengan Einstein karena menurut Hubble, alam sebenarnya tidak statis, melainkan dinamis, jagat raya selalu berekspansi. Tokoh-tokoh lain dalam bidang ilmu alam lain diantaranya Garnow, Alpher, dan Herman. Mereka menarik kesimpulan bahwa semula jagat raya ini bersatu kemudian terjadilah ”big bang” yang menyebabkan seluruh materi terlempar kesegala arah dengan kecepatan yang sangat tinggi, yang kemudian menjadi bintang dan galaksi. Selain itu beberapa tokoh pengetahuan alam lain adalah Stephen Hawking, Max Planck (struktur atom), Rutherford, Bohr, pauli, Schroedinger, Becquerrel (Radioaktifitas).

Dalam bidang media komunikasi, diawali dengan ditemukannya mesin cetak di eropa, kemudian televisi, dll. Yang membuat dunia terkesan semakin kerdil. Teknologi informasi yang semakin canggih, memungkinkan manusia menampilkan gambar, suara, dan cetakan sekaligus, dan dapat bersifat individual dan personal yang biasa kita kenal dengan multimedia.

Di zaman ini perkembangan ilmu pengetahuan ditandai juga dengan terjadinya spesialisasi ilmu yang samakin tajam. Seprti contoh, dalam ilmu kedokteran, semakin menajam dalam spesialisasi dan sub spesialisasinya.

Adanya teknologi internet memungkinkan terjadinya pertukaran informasi antar ilmuwan, maupun ilmuwan dengan orang awam. Hal ini menjadi faktor pendukung bagi percepatan perkembangan ilmu pengetahuan.

Bapa Gereja atau adalah sebutan bagi para teolog dan pujangga y <!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } A:link { color: #0000ff } –>

Zaman Patristik (Bapak Gereja)

Bapa Gereja atau adalah sebutan bagi para teolog dan pujangga yang berpengaruh dan hidup di era awal Gereja Kristen, khususnya mereka yang hidup pada lima abad pertama dalam sejarah Agama Kristen. Sebutan ini digunakan bagi para pujangga dan pengajar Gereja, bukan berarti bahwa tokoh yang bersangkutan harus pula seorang santo. Istilah ini umumnya tidak mencakup para penulis Perjanjian Baru, sekalipun pada masa awal Gereja beberapa karya tulis dari para Bapa Gereja dipandang kanonikal.

Bapa Gereja yang menulis dalam Bahasa Latin disebut Bapa (Gereja) Latin, dan yang menulis dalam Bahasa Yunani disebut Bapa (Gereja) Yunani. Bapa-Bapa Gereja Latin yang termasyhur antara lain Tertulianus yang montanis, St. Augustinus dari Hippo, St. Ambrosius dari Milan, and St. Hieronimus; Bapa-Bapa Gereja Yunani yang termasyhur antara lain St. Irenaeus dari Lyons (karyanya yang masih ada hanya tersedia dalam terjemahan Latin), Klemens dari Alexandria, Origenes yang heterodoks, St. Athanasius dari Alexandria, St. Yohanes Krisostomus, dan ketiga Bapa Kapadokia.

Para Bapa Gereja yang paling awal, yakni dua generasi pertama setelah para Rasul Kristus, biasanya disebut pula para Bapa Apostolik. Bapa-Bapa Apostolik yang ternama antara lain St. Klemens dari Roma, St. Ignatius dari Antiokhia dan Polikarpus dari Smyrna. Selain itu, Kitab Didakhe dan Kitab Gembala Hermas biasanya digolongkan ke dalam karya tulis para Bapa Apostolik meskipun penulisnya tidak diketahui.

Di kemudian hari, menghadapi kritikan dari para filsuf Yunani serta penganiayaan, para Bapa Apologetik menghasilkan karya tulis untuk membenarkan dan membela doktrin Kristiani. Bapa-Bapa yang penting dari era ini antara lain St. Yustinus Martir, Tatianus, Athenagoras dari Athena, Hermias dan Tertulianus.

Para Bapa Gurun adalah para rahib perdana yang hidup di Gurun Mesir; meskipun tidak banyak menghasilkan karya tulis, mereka sangat berpengaruh. Beberapa dari antara mereka adalah St. Anthonius Agung dan St. Pakhomius. Sejumlah besar ucapan-ucapan pendek mereka dihimpun dalam Apophthegmata Patrum.

Sejumlah kecil Bapa Gereja menulis dalam bahasa lain: Santo Efrem, misalnya, menulis dalam bahasa Syria, meskipun karya-karya tulisnya sebahagian besar diterjemahkan ke dalam Bahasa Latin dan Yunani.

Dalam Gereja Katolik Roma, St. Yohanes dari Damaskus, yang hidup pada abad ke-8, secara umum dianggap sebagai Bapa Gereja yang terakhir sekaligus benih perdana dari zaman para pujangga Gereja berikutnya, yakni zaman skolastikisme. St. Bernardus juga kerap disebut sebagai Bapa Gereja yang terakhir.

Gereja Ortodoks Timur tidak beranggapan bahwa zaman para Bapa Gereja telah usai, dan menyebut para pujangga Gereja yang berpengaruh pada masa-masa selanjutnya dengan istilah Bapa Gereja juga.

Studi mengenai Bapa-Bapa Gereja disebut studi Patristik.

About these ads

Desember 9, 2008 - Posted by | Tugas Kuliah

2 Komentar »

  1. terimakasih atas ilmunya, saya ikut copy…

    Komentar oleh qorie | Maret 19, 2010 | Balas


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: